Minggu, 14 Desember 2014

0

Al-Qur'an Sebagai Syafaat di Akhirat

Assalamualaikum Warahmatullah..

        Subhanallah sudah lama sekali blog ini ga di kunjungin.. sampe berdebu dimana2.. hehe engga juga deng. Nah, kali ini saya memberi topik tentang Al-Qur'an, sebagaimana judulnya di atas.. hehe

         Di judul saya tulis "Al-Qur'an sebagai syafaAT di akhirAT" duh, gede-kecil2 jadi alay ya? engga dong.. biar keren aja gitu, biar pesannya sampe.. syafaat di atas juga bisa di ganti dengan penyelamat, jadinya? "al-qur'an sebagai penyelamat di akhirat" hehe asik daah..

        Dari Sa’id bin Sulaim ra, Rasulullah SAW bersabda:
“Tiada penolong yg lebih utama derajatnya di sisi Allah pada hari Kiamat daripada Al-Qur’an. Bukan nabi, bukan malaikat & bukan pula yg lainnya.” (Abdul Malik bin Habib-Syarah Ihya)
Sebenarnya banyak Riwayat yang menjelaskan bahwa Al quran adalah pemberi syafa'at di akhirat kelak, salah satu upaya untuk mendapatkan syafa'at tersebut adalah dengan menghafalkanya, dengan berniat menghafal al qur'an, tentu saja kita akan merasa perlu untuk membawa al qur'an kapan pun, dimanapun.
karna kita akan merasa bersalah jika tidak memegang al qur'an walau cuma sekedar membacanya. karna dengan menghafal al qur'an, kita telah mendekatkan diri kepada al qur'an sesibuk apapun kegiatan kita. Semoga Allah dengan kemuliaanNya menjadikan Alquran sebagai syafa’at bagi kita, bukan sebagai penuntut kita. 
        Semoga Alquran menjadi “teman” bagi kita ketika tidak ada sesuatupun di dunia ini yang dapat menemani kita. Amin. Mari menghafal Alquran. 
         Al Qur'an adalah investasi yang akan mengalirkan pahala tiada akhir, subhanallah
Nah, cara orang menghafal al qur'an kan berbeda-beda, ada yang matokin perhari harus hafal sekian ayat, dengerin murottal setiap hari, ada yang mengulang satu surat setiap harinya, bahkan imam2 dahulu menghafal ber lembar-lembar per hari, Subhanallah iri sekali saya mendengarnya, begitu memudahkannya allah untuk menghafal al quran :')
dan sepertinya cara yang kedua itu saya banget deh ^^, yah walaupun ga setiap hari, dengerin murotal saja sudah sangat membantu, apalagi dengerin murottalnya Muhammad Taha Al-Junayd plus nyimak ia baca Juz 30, Beuhh Subhanallah merdu sekali ^^ hitung2 ngapalin lumayan juga hehe..

        Memakaikan baju kehormatan untuk kedua orang tua, subhanallah.. siapa yang tidak ingin..
memberikan kehormatan kepada kedua orang tua yang telah mendidik kita sejak kecil.
       Kalau mengingat hadist tersebut, saya rasanya semangat sekali untuk menghafal al qur'an..  walaupun cuma nyicil2 hehe.. enak ya rasanya orang arab sana? sepertinya mudah sekali untuk menghafal al qur'an, karna memang sudah bahasa sehari2 dan mudah di artikan.. beda dengan lidah orang indonesia, baca arab gundul aja saya belom bisa hehehe.. ya walaupun begitu, allah pasti mudahkan kita untuk menghafalnya, menyerukan lafadz-lafadz allah.. memperbanyak ilmu..

        Ya Allah... pengen jadi hafidz qur'an.. Mudahkanlah ya Allah :')
Menghafal al qur'an untuk kemudian di ajarkan kembali kepada anak2 kita, bukankah ada pepatah arab yang mengatakan Al Ummu Madrasatul 'Ula (ibu adalah sekolah terbaik bagi anaknya) Nah, berarti menjadi seorang Ibu adalah penghargaan terbesar seorang wanita ya? IYA! karna karakter anak juga di tentukan oleh ibunya.
      Coba lihat zaman sekarang, perempuan yang sudah sekolah tinggi2 jadi ibu rumah tangga di bilang sayang, sedangkan lulus SD jadi ibu rumah tangga di bilang pantas? seolah2 ibu rumah tangga harus yang bodoh aja?
       Saya sangat tidak setuju dengan pendapat itu, karna menurut saya menjadi ibu itu adalah karir terbaik seorang wanita, karna ia mengorbankan sebagian besar waktunya untuk mendidik anak2 yang akan melanjutkan pernjuanganya.
      Justru perempuan yang sekolah tinggi2 itu tidak sayang menjadi seorang ibu, karna ia yang akan menyalurkan ilmunya tersebut untuk anak anaknya kelak. Jadi, karakter anak itu sangat di tentukan oleh Ibunya. Maka perempuan betul jadi pusat pada pembentukan karakter anak dan pembentukan sebuah keluarga.


      Hmm... ngomong2 jadi beda topik nih hehe.. maaf maaf, 

NASEHAT UMAR bin ABDUL AZIZ
        "Kamu harus bersama Al Qur'an, pelajari Al Qur'an itu dan ajari anak-anakmu. Karena sesungguhnya kamu kelak akan ditanya tentang Al Qur'an mu dan dengannya kamu akan mendapat pahala, dan cukuplah Al Qur'an sebagai pemberi nasehat bagi orang yang berakal."
         Semoga, Al-Quran yg kita baca dapat menjadi pembela kita di hari yang tidak ada pembela, dan allah mudahkan kita untuk menghafal Al Qur'an, AMIN..
dan semoga untuk yang Akhwat akan menjadi ibu yang terbaik bagi anak2 nya, Amin
dan yang yang Ikhwan menjadi imam bagi keluarga menuju surganya Allah. AMIN...

Sekian dulu pembahasan dari saya, 
Wasalamualaikum Warahmatullah Wabarakatuh..

Selasa, 15 April 2014

0

Hijab Syar'i

Assalamualaikum Wr Wb
     Di kesempatan kali ini saya akan membahas tentang hijab. yang namanya hijab itu bukan kain yang dililit2 di puter2 dikepala. itu bukan hijab :) hijab itu sederhana ko.. ga perlu dililit2 sampe kecekek.

Niih Rumus Hijab Syar'i ---> 24:31 + 33:59 - 33:33



1.(Khimar/kerudung) rumusnya => 24:31/QS. An-Nur:31
"Katakanlah kepada wanita yang beriman, hendaklah mereka menahan pandanganya dan memelihara kemaluanya, dan janganlah mereka menampakan perhiasanya, kecuali yang (biasa) nampak darinya dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya.
Berarti menutupkan kerudung sampai batas juyubnya. Juyub adalah buka'an diatas kancing paling atas. tapi masa kalau berurusan pada allah pas-pasan? masa menutup cuma sampai batas dada doang? kalo ketiup angin gimana? atau dilihat dari samping juga, kan kelihatan? maka tutuplah lebih dari dada. lebih ke bawah? lebih panjang lebih bagus.itu baru namanya khimar.

Khimar menutup sampai batas dada. kalau sudah menutup berarti ia sudah syar'i. kalau di bagian belakang, tidak ada dalil yang mengharuskan menutup punggung, tapi masa iya depannya panjang tapi belakangnya pendek? pasti mengikuti juga dong..
     nah, pakai kerudung juga ga perlu di aneh2 in deeh. kerudung bukan rambut yang bisa di lilit2 di puter2, kecekek deh nanti, sederhana aja ya,
     inget jangan samakan khimar dengan jilbab. khimar itu penutup bagian atas, atau bisa juga di sebut kerudung. makin besar/lebar kerudung mu makin baik, kita ga akan kedinginan, dan kulit jadi terlindungi dari sinar matahari.

Nah yang kedua adalah jilbab.
2. Jilbab. rumusnya => 33:33/QS. Al-Ahzab:33
"Hai Nabi katakanlah kepada istri2mu, anak2 perempuanmu, dan istri2 orang mukmin, hendaklah mereka mengulurkan jilbab ke seluruh tubuh mereka."
Jadi jilbab bisa disebut, tutupan dari batas dada sampai kaki. atau zaman sekarang dikenal dengan nama gamis. atau gunakan rok.
     Rasulullah melaknat pria yang mengenakan pakaian wanita, dan wanita yang memakai pakaian pria. jadi, yang masih pakai celana yuk, biasakan pakai gamis atau rok, karna celana merupakan pakaian lelaki, apalagi celana jins ketat, itu dapat merusak rahim loh.

pelan-pelan singkirkan baju2 dan celana ketatmu dari lemari pakaian, insyaallah dengan begitu kamu akan terbiasa memakai pakaian syar'i, dan ingeet, telapak kaki juga aurat loh, jadi jangan ketinggalan kaus kakinya.
  sekarang kita bahas tentang mukena. kadang2 orang indonesia sering salah kaprah tentang mukena. karna mukena sebetulnya bukan syarat sah shalat. karna syarat sah shalat adalah menutup aurat. berarti kalau seseorang sudah menutup aurat dengan sempurna, maka shalatnya sah, bukan harus memakai mukena.
  karna itu mengapa mukena ada di indonesia, karna orang indonesia sadar, pakaiannya di luar masjid itu tidak sah di bawa untuk shalat. tapi di arab,atau di manapun yang  dimana kaum muslimnya sudah banyak yang mengerti, maka mereka tidak menyediakan mukena di masjid. dan orang indonesia merasa aneh kalau tidak memakai mukena.
jadi, cara menentukan hijab kita sudah syar'i atau belum mudah saja. cobalah berkaca di depan cermin, lihat bayangan anda, apakah anda sudah sah untuk melaksanakan shalat dengan pakaian itu, jika sudah maka hijabmu sudah syar'i :)

Yang ketiga adalah minus(-) Tabbaruj.
3. Tabbaruj, rumusnya => 33:33/QS. Al-Ahzab:33
"dan janganlah kamu bertabbaruj dengan tabbaruj jahiliyyah terdahulu"
Segala tingkah laku wanita yang menyebabkan lawan jenis menjadi perhatian. -itulah tabbaruj.

Rasulullah bersabda, 'kami melihat ada 2 kaum di dalam neraka yang kami tiada lihat sebelumnya'
-Dia berpakaian tapi telanjang.
-Dia berlenggak-lenggok.
-Kepala mereka seperti punuk unta yang miring.
mereka tidak akan mencium bau syurga, walaupun bau syurga bisa di cium dengan jarak sekian&sekian.

maksud dari Berpakain tapi telanjang adalah,
wanita yang menyingkap & memperlihatkan kindahan badanya. jadi, dia pakai baju tapi ga kaya pakai baju. pakai baju sih, tapi transparan. pakai baju sih, tapi belahan rok nya tinggi, pakai baju sih tapi ketat.. -_-

Berlenggak-lenggok & Menggoda.
jadi, mereka yang suka dengan perhatian lelaki yang ditujukan untuk menggoda lelaki. maksudnya, dia berusaha agar tingkahnya menggoda lelaki. misalnya kalau foto di imut2-in kemudian di uplod, sehingga menimbulkan komentar dari cowo2, seperti "cantiknya,manis banget sih, bla bla.."
     kita tidak tahu apa yang dipikirkan oleh cowo2 tersebut, bisa saja ada yang menyimpan fotomu, dipandang-pandangi. Naudzubillah..
    Bukan bermaksud sok misterius tak menunjukan diri. tapi untuk menjaga fitnah.
menampilkan foto diri adalah suatu kebolehan, tidak di temukan dalil yang melarangnya, tapi khawatir dampak fitnah yang ditimbulkan. terutama dari lawan jenis yang bisa membuka pintu kemaksiatan.

     yuk dilihat fotomu di media social yang menarik perhatian lelaki, pilah-pilih yang menurutmu yang bergaya ganjen,dsb. lebih baik simpan untuk yang pantas melihatnya, untuk suami-mu kelak misalnya :)

          kalau sudah berhijab, tapi di social media masih berkeliaran foto ganjen mu, bahkan tidak mengenakan kerudung, duh bahaya tuh..


Punuk Unta yang miring
     Membesarkan kepala dengan kerudung/Selempang yang ditumpuk di atas rambut
sehingga memperlihatkan seperti punuk unta. dan masalahnya, sekarang banyak beredar/di jual ciput2 yang di bagian belakang ditambah tumpukan kain atau sanggul. atau memilin rambutnya ke atas, sehingga menyerupai punuk unta,
jadi, mau rambut asli,ga asli,atau kain, tetep gaboleh ya..


yuk, sederhanakan hijabmu, semua ada prosesnya..


     Bagaimana cara membiasakan Hijab Syar'i? Latih dulu,paksa dulu, coba paksa selama 3 bulan, Insyaallah kita ga akan mau lepas lagi.
     lalu bergabung atau berkumpul dengan teman yang sudah berhijab, biar di kuatin terus, di semangatin terus, jangan gabung sama orang-orang yang pas kita dateng di giniin
"tumben lu berhijab? udah tobat?.."
"bu haji.. bu haji.."
"bla.. bla.."
duh, jangan di dengerin deh, jangan berkumpul dengan yang seperti itu, karna itu hanya melemahkan kita doang. tapi, kalo kita berkumpul dengan yang benar, saat kita datang di sambut
"alhamdulillah.. , subhanallah ukhti.., dsb" bergabunglah dengan yang baik.
     seperti kata pepatah berteman dengan penjual parfum, kita juga akan terciprat wanginya. berteman dengan yang sholeh sholehah, insyaallah kita juga akan ikut sholeh sholehah. amiin
     semoga kita senantiasa di beri kemudahan untuk berhijab, jangan patah semangat untuk menasehati yang blm berhijab. semoga yang belum berhijab segera di beri hidayah oleh Allah SWT, dan yang sudah berhijab dapat senantiasa istiqomah dengan hijabnya, pelajari ilmu agama, dan mulai mensyiarkannya pelan2..bismillah pasti bisa! :D
Wassalamualaikum Wr Wb

Kamis, 30 Januari 2014

0

Islamic Unity; Natural Consequences of Islamic Global Leadership


Sabtu, 11 Januari 2014

0

Membiasakan yang benar. Bukan membenarkan yang biasa

Assalamualaikum Wr Wb
Yap! Its a Amazing Theme..
1. Membenarkan yang biasa, apa contohnya? ya kaya pacaran itu. jelas jelas pacaran salah, kenapa di negri indonesia ini banyak sekali yang namanya 'orang pacaran'? padahal indonesia merupakan negara mayoritas Muslim. Kenapa?? Karena banyak orang yang pacaran, jadi dianggap biasa. dan mereka-mereka jadi berfikir untuk membenarkan hal yang biasa. "toh banyak yang pacaran? kenapa gue engga? ah gue ga mau dibilang ketinggalan zaman.." nahloh? gimana tuh ceritanya kalo udah begini?

Nih, saya mau memberi umpama,
Anda, kalau disuruh memilih, Pilih Pisang Goreng apa Lapis legit?
saya kasih tau, perempuan cuma ada 2 tipe. satu, tipe kaya Pisang goreng, satu lagi tipe kaya lapis legit.
okeh, sekarang pisang goreng.
-pisang goreng harganya murah atau mahal?
murah.
-buatnya susah apa gampang?
gampang.
-jualnya dimana?
pasar,pinggir jalan,dll.
-yang beli siapa?
abang2, mahasiswa yang gapunya duit, harganya murah jadi belinya banyak.
-berapa harganya?
Rp500-Rp2000
-Cara belinya gimana?
pisangnya disebarin di wadah, di pegang2, pegangnya sebelas belinya satu. itulah nasib pisang goreng.

Tau lapis legit?
-buat lapis legit semua ibu2 bisa, apa tidak semua ibu2 bisa?
tidak semua bisa.
-harga bahannya murah atau mahal?
mahal
-buatnya susah atau gampang?
susah banget. kocok telur 1 1/2 jam, buatnya lapis per lapis. setelah 30 lapis di jual.
-dijualnya murah apa mahal?
mahal banget
-berapa harganya?
paling murah banget Rp75.000 bisa sampe Rp1.000.000 rata2 Rp400.000
-karna mahal, dijualnya dimana?
Bakery, tempatnya dingin,enak,nyaman
-yang beli siapa?
yg jelas bukan abang2. yang beli dokter,insinyur,arsitek,dll
-cara belinya gimana?
dipilih yg mana aja, karna jaminan langsung dari pabriknya.
kemudian kita bawa ke kasir,bayar cash tunai, baru jadi hak milik. bawa ke rumah, di buka,di potong, baru dimakan.

jadi, mau kaya pisang goreng atau lapis legit?
kita di beli dengan harga yang kita tentukan. kalo kita tentukan harga kita seribu, yang dateng cowo yg cuma punya uang seribu. kalo kita tentukan harga kita 200 ribu, yang dateng cowo yang punya uang 200 ribu.
pisang goreng dibelinya di pegang2, pegang 11 beli satu. begitu juga kalo orang pacaran.
lapis legit langsung pilih, karna jaminan dari pabriknya. begitu juga wanita yang sholehah, jaminan langsung dari allah! karena wanita2 yang baik untuk laki2 yang baik. begitu juga sebaliknya, laki2 yang baik untuk wanita2 yang baik

2. Membiasakan yang benar.
membiasakan yang benar, contohnya kalau perempuan berhijab. biasakan sejak kecil, otomatis pas besarnya nanti dia tidak akan mau melepas kerudungnya. dia akan malu jika tidak mengenakan kerudungnya. misalnya lagi, biasakan memakai pakaian panjang, otomatis dia tidak mau memakai celana pendek, bahkan dirumah sendiri yang semuanya adalah mahramnya.
ulurkan kerudung sampai batas dada, begitu pula Firman Allah : "Hai Nabi! Katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuan mu, dan istri istri orang mu'min : "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka, yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karna itu mereka tidak di ganggu." (Q.S. Al-Ahzab:59)
Membiasakan bisa juga di sebut dengan Habits. Sebenarnya, Rahasia dari menguasai keahlian apapun bukan karna motivasi, tapi ibu dari segala keahlian adalah pengulangan (repetisi) dan ayahnya adalah latihan. bila seseorang banyak melatih dan mngulang, terpaksa atau sukarela, dia pasti akan menguasai keahlian itu, Inilah namanya pembentuka kebiasaan (Habits).
Membentuk habits yang baik memang sulit awalnya, namun ketika habits baik itu sudah terbentuk, maka akan sulit untuk menghentikan habits baik itu. begitu pula habits buruk akan sulit menghentikan apabila sudah terbentuk. Bedanya, Habit baik sulit di bentuk namun memudahkan di sisa hidup kita. Habits buruk mudah di bentuk namun menyusahkan di sisa hidup kita.
Penelitian mengatakan, bahwa 30 hari melatih satu hal akan membuat kebiasaan baru terbentuk. contohlah kita ingin membentuk habits membaca al-qur'an. bacalah alqur'an setiap ba'da maghrib 1/2 jam, setiap hari. Maka setelah 30 hari habits baru itu akan muncul. begitu pula kalau kita ingin menghafal al-qur'an.. Semakin lama kita melaksanakannya, semakin habits itu berakar. Habits dulu baru Hebats!

Semoga Allah membimbing kita untuk jadi orang yang Membiasakan yang benar. menjadikan kita sebagai orang yang shaleh dan sholehah. dan senantiasa istiqomah di jalan yang benar, dan bisa meningkatkan ketakwaan kepada Allah.
Wassalamualaikum Wr Wb

Sabtu, 09 November 2013

0

Udah Putusin Aja!

Assalamualaikum Wr Wb

Sobat, Saya disini mau membahas sebuah buku, atau lebih tepatnya merangkum ya? hehe..
Buku ini recommend banget. anda mesti, kudu, harus baca ini buku.. duhileeh..
nah, dari pada ngalor ngidul, langsung aja ya kita bahas.. judul bukunya adalah "UdahPutusinaAja" dengan penulis Felix Y Siauw. pasti udah pada sering dengerkan namanya? yang gatau? kasiaan deeh.. hehe *kidding
Felix Y Siaw adalah seorang Islamic Inspirator. beliau merupakan keturunan Tionghoa. dengan mata sipitnya itu hehe.. pokoknya kata katanya Mustajab banget deh. kalo mau tau lebih lanjut tentang Felix Siauw follow aja twitternya @felixsiauw

Kutipan yang saya suka disitu "PACARAN ITU CUMA MAINAN, NIKAH ITU TANDA SERIUS. MAU DI MAININ APA DI SERIUSIN?" *widiih, capslocknya jebol mba (?)
   Cinta bagi Manusia adalah bagian dari fitrah, bagian dari naluri. Al-Gharaiz berarti naluri.
(gharizah baqa) seperti rasa ingin dihargai, takut bila merasa terancam dan lainya. bisa juga naluri untuk melanjutkan keturunan.
(gharizah nau') seperti rasa sayang kepada orang tua, anak, saudara, ataupun lawan jenis. bisa juga naluri untuk menyucikan sesuatu.
(gharizah tadayyun) seperti rasa takjub saat melihat sesuatu yang agung atau naluri beragama itu sendiri.

   Islam melarang keras segala bentuk Interaksi cinta yang tidak halal, atau biasa di sebut Khalwat. sialnya kita hidup dalam masyarakat yang sebagian besar salah kaprah memahami cinta. semua sudah berganti dengan pergaulan bebas. ada yang menyebutnya pacaran, teman tapi mesra alasan kakak-adik, teman dekat atau yang lainnya.. Hadeeehh... -_-
   Apapun namanya mereka berusaha memuaskan rasa senang kepada lawan jenis dengan cara yang mereka kira Allah tiada menghisabnya.

  • emang pacaran ga boleh ya?
Iya, Rasulullah SAW melarang segala jenis Khalwat yang bukan muhrim. termasuk pacaran.

  • Walaupun beda Negara? LDR gitu?
mau beda Negara, mau beda alam, mau beda dunia, mau ldr, mau tetangga tetep aja haram!

  • kan pacarannya ga ngapa ngapain?
engga ngapa ngapain aja udah maksiat dan dapet dosa. Rugi kan? mendingan ga usah deh!

  • tapi kan kita punya perasaan
So? harus bilang wow gitu? punya perasaan ngga buat kamu boleh melanggar hukum. Allah yang kasih kamu perasaan.

  • kalo pacarannya bikin positif?
Positif hamil maksudnya?

  • hehe,.. jangan su'uzhann, maksudnya bersamanya bikin rajin shalat geto..
Shalatmu untuk Allah atau untuk pacar? pernah denger ikhlas?

  • enggak, maksudnya kalo gegara dia kita rajin shalat, dia kan jadi ber amar ma'ruf
halah, dusta! mana ada kema'rufan dalam membangkang aturan Allah.

  • kalo orang tua udah restui kita pacaran?
mau orang tua yang kasih restu, mau orang utan yang kasih restu, tetep aja pacaran maksiat.

  • katanya ridha Allah kan bersama ridho ortu?
Ngawur Puol! dalam ketaatan kepada Allah betul... lha, dalam maksiat? masa ortu lebih tahu dari pada Allah?

  • jadi engga boleh nih? kalo dikit aja, gimana?
Eeee.. pake nawar, emang ini toko besi kulakan? Haiyaaa...
hehehe
yang terjadi ketika pacaran bukanlah pembicaraan masa depan, tapi kenikmatan masa kini. pacaran memang bukan perencanaan masa depan, tapi bagaimana bersenang-senang sekarang.
maka, tiada jaminan sama sekali bila ada yang mengatakan "pacaran itu ajang perkenalan" bertentangan dengan realitas yang ada. mau bukti? coba saja bila wanita yang berpacaran menanyakan kepada pacarnya, "kapan kita menikah?" apa kira kira jawabannya? "Eh.., Ehm .., Err.. MEI! Mei! Meibi Yes, Meibi No.. uhuk, uhuk.. udah, engga usah dipikirin, yang penting enjoy aja dulu." mati gaya deh. paling juga mengarang bebas, mbulet seadanya. begitulah nyatanya, ketahuan engga seriusnya.
   Bila memang serius untuk menjalin hubungan jangka panjang dengan komitmen, mengapa tidak menuju jenjang pernikahan? bila belum siap, harusnya tahu batas kemampuan diri dan jangan dulu melakukan interaksi. jangan memulai apa yang tak bisa engkau selesaikan. Nikahi atau sudahi, Halalkan atau tinggalkan.
Lha ini, sudah tau masih berseragam putih biru, putih abu abu sambil menadah uang orang tuanya,  sudah bicara tentang persiapan dan penjajakan pranikah -_-

   Cinta memang tak mungkin di paksa karna itu adalah anugrah. namun, ia bisa ditata agar sesuai dengan syariat.
cobalah berpuasa untuk mengekang cinta yg belum sepantasnya, agar ia tak menjadi dosa karna di umbar sebelum waktunya.
atau arahkan cinta untuk mengalun puji pujian kepadanya lewat pena. biar cinta jadikan lembaran lembaran menarik yang layak di baca.
bagi lelaki pencinta Allah, memuliakan wanita adalah menjaga jarak dan melindungi izzah. tak mengajak wanita salah langkah.

Anda Jatuh Cinta?
Dont panic, it's not some kind of sickness, therefore no need to call a doctor. jangan panik karna ia bukan dosa. setidaknya ia belum tentu jadi sebuah dosa.
cinta adalah fitrah, bila anda sudah merasa jatuh cinta itu tandanya anda normal.
   Namun, bukan berarti Allah mengaruniakan rasa cinta sebagai fitrah, lantas kita dapat mengekspresikan sesuai kehendak kita. ada masanya, ada caranya, dan ada aturannya! rancangan itu ialah proses Khitbah (peminangan) dan Ta'aruf (perkenalan)
  Khitbah adalah sebuah pernyataan peminangan dari seorang lelaki kepada seorang wanita atau walinya, agar wanita itu bersedia menikahinya.
                     وَلَا جُنَاحَ عَلَيْكُمْ فِيمَا عَرَّضْتُم بِهِۦ مِنْ خِطْبَةِ ٱلنِّسَآءِ أَوْ أَكْنَنتُمْ فِىٓ أَنفُسِكُمْ
"dan tiada dosa bagi kamu meminang wanita, itu dengan sindiran atau kamu menyembunyikan (keinginan menikahi mereka) dalam hatimu."
   Untuk saling mengenal, boleh saja lelaki bertemu dengan wanita yang di khitbahnya untuk melakukan perkenalan (Ta'aruf). hanya saja harus ada mahramnya yang menemani.
   Ingat! hanya lelaki yang baiklah yang mampu meminang seorang wanita yang baik. dan bila lelaki dan wanitanya berpatokan pada hukum syariat tentu keduanya akan sakinah dan bonusnya adalah warahmah.
   bagi mukmin, menundukan pandangan adalah hak Allah kepada wanita yang harus di penuhi. dan sabar adalah jalan yang harus dia lalui.

pernikahan hanya memerlukan kemampuan bagi yang menjalankannya

"Wahai para Pemuda! barang siapa di antara kalian berkemampuan untuk menikah, menikahlah, karna nikah itu lebih menundukan pandangan, dan lebih membentengi kemaluan. dan barang siapa belum mampu, hendaklah ia shaum (puasa) karna shaum itu dapat membentengi dirinya" (HR Al Bukhori dan Muslim)

"seorang wanita dinikahi karena empat hal. karna hartanya, keturunannya, kecantikannya, dan agamanya. maka hendaklah kamu pilih wanita yang taat agamanya (memahami islam) niscaya kamu akan beruntung.
(HR Al Bukhori dan Muslim)

  • Jika Cinta bergantung pada paras, waktu akan memutuskan cinta seiring bertambah usia.
  • Jika Cinta disandarkan pada harta, mekanisme pasar akan menentukan pasang surutnya cinta.
  • Jika Cinta dimulai dari kagum, seiring kedekatan, cinta akan hilang karna telah terbiasa.
  • Jika Cinta di rentas dengan kasihan, cinta takan bertahan dalam senang,lekang, di makan bahagia.
  • Cinta punya banyak pintu, yang terbaik memang klise mencintai karna Allah, mencintai karna Allah mencintainya.
  • Dengan jaminan "Cinta karna Allah" setiap helaan nafas kehidupan pastilah sama.
  • Dengan jaminan "Cinta karna Allah" cinta akan bertahan selama Allah ada.
Ya Allah aku mencintainya karenamu.
Subhanallah, Simple Very Romantic..
jadi, mana yang seperti membeli kucing dalam karung? Ta'aruf atau pacaran? Your Decide

Belajarlah,
Menulislah,
Berkaryalah,
Berprestasilah,
Bergeraklah, Asal jangan rusak masa depan mu dengan pacaran!

Semoga kita semua senantiasa Istiqomah dan bisa meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT
Amiin..

Wassalamualaikum Wr Wb.